Seminar Karier SIPEF: From Campus to Career, UNIB Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Menjelang momen kelulusan, Universitas Bengkulu menggelar Seminar Karir bertajuk “From Campus to Career: Mempersiapkan Lulusan Unggul dan Siap Menghadapi Dunia Kerja” pada Jumat (11/09/2026) bertempat di Gedung Layanan Terpadu UNIB. Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali para calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir dari seluruh fakultas di UNIB agar memiliki gambaran nyata, kesiapan mental, serta kompetensi yang selaras dengan tuntutan industri di era persaingan global yang kian ketat.

Rektor: Kejujuran dan Karakter adalah Kunci Utama

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya masa transisi yang cepat dari kampus menuju dunia profesional. Beliau menyampaikan bahwa UNIB berkomitmen mendorong para lulusannya agar dapat terserap di dunia kerja atau berwirausaha dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan setelah lulus.

“Ijazah dan IPK tinggi itu penting untuk memenuhi syarat administrasi, tetapi keunikan, keunggulan kompetitif, dan integritaslah yang menentukan keberhasilan karir kalian di lapangan. Penentu utama sukses karir dimulai dari kejujuran, kedisiplinan, serta tanggung jawab,” tegas Rektor di hadapan para calon wisudawan.

Sementara itu, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) UNIB, M. Khairul Amri Rosa, S.T., M.T. selaku pelaksana kegiatan ini, dalam laporannya menyampaikan bahwa dunia kerja menyajikan tantangan yang berbeda dibanding masa perkuliahan. Karena itu, UPA PKK menghadirkan praktisi industri secara langsung agar mahasiswa mendapatkan insight riil mengenai persiapan karir.

Wawasan Industri dari Pimpinan PT Tolan Tiga Indonesia (SIPEF Group)

Seminar karir kali ini menghadirkan dua narasumber utama dari jajaran pimpinan PT Tolan Tiga Indonesia, anak perusahaan SIPEF Group, perusahaan perkebunan multinasional dari Belgia, yaitu Khairul Abdi Nasution (Director of Finance and Human Resources) dan Bernardo Frans Purba (Regional Director Mukomuko).

Dalam pemaparannya, Bapak Khairul Abdi Nasution membagikan perjalanan karir serta pandangan dari sudut pandang perekrut (employer). Beliau mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya bergantung pada lembar ijazah.

“Ijazah itu hanya membuka pintu dan mengantarkan kalian berdiri di depan pintu, bukan memasukkan kalian ke dalam ruangan. Karir tidak dijamin hanya oleh IPK, tetapi oleh kemauan belajar dan daya adaptasi,” ujar Khairul Abdi.

Narasumber menggarisbawahi beberapa kompetensi dan karakter vital yang sangat dicari oleh dunia industri saat ini. Fondasi utamanya terletak pada integritas dan etika kerja, di mana kejujuran serta rasa tanggung jawab menjadi harga mati yang tidak dapat ditawar dalam sebuah organisasi profesional. Selain itu, kemampuan teknis (hard skill) juga harus berjalan seimbang dengan soft skill, seperti keterampilan berkomunikasi, kemampuan berkolaborasi dalam tim, hingga ketajaman dalam memecahkan masalah (problem solving). Penguasaan bahasa Inggris pun dinilai menjadi poin krusial yang memberikan nilai tambah serta daya saing tinggi di tengah persaingan tenaga kerja global.

Lebih lanjut, para lulusan baru dituntut untuk bersikap proaktif dan memiliki growth mindset—tidak sekadar pasif menunggu instruksi, melainkan berani mengambil tanggung jawab, aktif bertanya, serta selalu siap mempelajari hal-hal baru. Mengibaratkan perjalanan karir seperti lari maraton sejauh 42 kilometer dan bukanlah lari sprint, beliau berpesan agar generasi muda memiliki daya tahan (endurance), mentalitas sebagai pembelajar sejati, serta tidak mudah menyerah sewaktu menghadapi berbagai kendala di dunia kerja.

Senada dengan hal tersebut, Bernardo Frans Purba, selaku narasumber kedua, membagikan kunci sukses berbasis pengalamannya di lapangan. Beliau menekankan pentingnya membangun profil profesional sejak dini melalui networking (seperti platform LinkedIn) serta pentingnya memiliki sikap percaya diri, disiplin tinggi, dan kerja sama tim. Beliau juga mendorong lulusan muda untuk membidik program-program pimpinan seperti Management Trainee (MT) untuk percepatan jenjang karir.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Mahasiswa

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator, Bapak Agung Tri Susilo, S.P., M.P. Para calon wisudawan aktif berdiskusi mengenai berbagai topik hangat, mulai dari strategi menyikapi perbedaan iklim kerja profesional agar tidak “baperan”, pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) secara bijak tanpa mengesampingkan critical thinking, hingga menyiasati fokus karir bagi fresh graduate.

Merespons pertanyaan peserta, pemateri menyarankan agar calon lulusan menggunakan strategi “omnivora” di tahap awal—yakni terbuka untuk mencoba berbagai peluang yang ada terlebih dahulu demi membangun pengalaman dan resume, sebelum nantinya berfokus pada spesialisasi bidang yang diminati. Selain itu, pihak manajemen PT Tolan Tiga Indonesia juga menegaskan komitmen inklusivitas dan kesetaraan peluang bagi seluruh calon tenaga kerja, termasuk bagi rekan-rekan penyandang disabilitas.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan dan cendramata kepada para narasumber, serta ditutup dengan sesi foto bersama.

Scroll to Top