Technopreneurship Innovation Bootcamp 2026 Digelar untuk Asah Jiwa Entrepreneur Mahasiswa

Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan membangun usaha. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Technopreneurship Innovation Bootcamp yang digelar di Ruang Utama Gedung Rektorat Unib, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan pelatihan kewirausahaan mahasiswa ini diikuti sekitar 250 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unib. Keberagaman latar belakang peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari peluang masa depan.

Technopreneurship Innovation Bootcamp menghadirkan dua narasumber dengan pengalaman yang berbeda namun saling melengkapi, yakni Ir. Nunung Martina, S.T., M.Si., IPM, Dosen Politeknik Negeri Jakarta sekaligus praktisi kewirausahaan, serta Budi Hari Wijaya, S.Pd., alumni Unib yang kini berkiprah sebagai Social Media Specialist Bayn Works Singapore & Learn With Andi. Kegiatan dimoderatori oleh Dosen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Unib, Selly Ratna Sari, S.Pi., M.Si.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P., M.Si., Ph.D. Didampingi Kepala UPA PKK Unib, Muhammad Khairul Amri Rosa, S.T., M.T., Prof. Agustin mengajak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keberanian dalam berwirausaha. Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari narasumber dapat menjadi bekal mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri.

Sementara itu, Kepala UPA PKK Unib, Muhammad Khairul Amri Rosa, menekankan bahwa pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi tidak cukup hanya membuat mahasiswa mampu menyusun business plan. Mahasiswa perlu dibentuk agar mampu melihat persoalan sebagai peluang, memanfaatkan teknologi, berani bereksperimen, serta menciptakan solusi yang memiliki nilai tambah. “Kita ingin mahasiswa dan alumni Unib bukan sekadar menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian menjadi pencipta peluang, pencipta inovasi, bahkan pencipta lapangan pekerjaan,” ujarnya.

technopreneurship-bootcamp-2026
technopreneurship-bootcamp-2026

Melalui materi “Dari Bisnis Menjadi Masa Depan yang Lebih Baik”, Nunung Martina mengajak mahasiswa membangun mimpi dan berani memulai usaha sejak masih kuliah. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu menunggu lulus, memiliki modal besar, atau menemukan ide yang sempurna untuk mulai berwirausaha. Justru, peluang dapat ditemukan dari berbagai persoalan sederhana di lingkungan sekitar. Salah satu prinsip yang ditekankan adalah “Masalah → Ide → Solusi → Value → Usaha.”

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai technopreneurship dan berbagai peluang usaha yang dapat dimulai dengan modal relatif kecil melalui teknologi digital. Pemanfaatan media sosial dan marketplace, affiliate marketing, dropshipping, produk digital, jasa pembuatan konten, hingga pre-order menjadi contoh peluang yang dapat dieksplorasi mahasiswa. Peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan membuat prototype, menguji produk kepada calon pengguna, mendapatkan umpan balik, kemudian melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Tidak kalah menarik, pemateri kedua, Budi Hari Wijaya, membekali mahasiswa dengan materi “Pembuatan Konten Digital: Dari Ide Sampai Posting.” Mahasiswa diajak memahami bahwa konten digital bukan sekadar membuat unggahan yang terlihat menarik, tetapi harus memiliki tujuan, mengenali audiens, memberikan nilai, dan menghasilkan dampak. Peserta diperkenalkan dengan konsep SMART Goals, rumus HAMPA (Hasil + Audiens + Masalah + Pesan + Angle), content pillar, content value, hingga strategi menyusun dan mengevaluasi konten.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan melalui diskusi dan berbagai pertanyaan mengenai peluang usaha, strategi membangun bisnis, pemasaran digital, pembuatan konten, hingga cara mendapatkan pelanggan pertama. Kegiatan yang berlangsung hingga sore tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga melihat pengalaman nyata dan strategi praktis yang dapat diterapkan sejak masih berada di bangku kuliah.

Melalui Technopreneurship Innovation Bootcamp, UPA PKK Unib berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengubah ide menjadi aksi nyata. Semangat yang dibangun dalam kegiatan ini sederhana: jangan hanya menunggu peluang, tetapi mulai menciptakannya. Dengan kreativitas, teknologi, relasi, dan keberanian untuk mencoba, mahasiswa Unib diharapkan mampu tumbuh menjadi entrepreneur dan technopreneur muda yang inovatif, adaptif, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (Foto:HMS)

Scroll to Top