Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing proposal kewirausahaan mahasiswa di tingkat nasional, Universitas Bengkulu melalui UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (PKK) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 pada 24 Februari 2026 di Ruang Utama Gedung Layanan Terpadu Unib. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mendukung penguatan ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Kegiatan Workshop ini dihadiri para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni selingkung Unib, para dosen pembimbing baik dosen-dosen muda hingga dosen senior, serta mahasiswa yang akan mengusulkan proposal P2MW 2026.
Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani. Dalam sambutannya, Prof. Agustin menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menyusun proposal yang tidak hanya kuat secara administrasi, tetapi juga matang secara konsep bisnis. “Program P2MW bukan sekadar ajang kompetisi proposal, tetapi merupakan program pembinaan yang menuntut keseriusan dalam membangun usaha. Mahasiswa harus mampu menunjukkan kesiapan, komitmen, serta keberlanjutan usaha yang dirancang,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan proposal sangat ditentukan oleh rasionalitas perencanaan dan konsistensi antara ide, analisis, serta target yang ditetapkan.
Sementara itu, Kepala UPA PKK, Muhammad Khairul Amri Rosa, menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memanfaatkan workshop ini secara maksimal. “Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa semakin memahami standar penilaian dan mampu menyusun proposal yang lebih terarah, realistis, serta memiliki peluang besar untuk lolos pendanaan nasional,” ungkapnya.

Materi Strategis Penyusunan Proposal
Workshop Pengembangan Proposal P2MW 2026 menghadirkan narasumber nasional, Dr. Wisnu Sakti Dewobroto, akademisi yang merupakan pakar kewirausahaan dan merupakan Tim Perumus Program P2MW Ditbelmawa. Dipandu oleh Moderator Fades Br. Gultom, Dr. Wisnu menyampaikan materi secara komprehensif mengenai strategi penyusunan proposal yang sistematis, realistis, dan sesuai dengan standar penilaian nasional.
Narasumber menekankan bahwa terdapat sejumlah aspek krusial yang menjadi perhatian utama reviewer dalam menilai proposal P2MW. Proposal harus mampu menjelaskan ide usaha secara jelas dan spesifik, baik dari sisi produk maupun jasa yang ditawarkan, sekaligus menunjukkan diferensiasi atau keunggulan dibandingkan kompetitor. Selain itu, analisis pasar harus disusun secara terukur dengan menyertakan segmentasi pasar yang tepat, estimasi ukuran pasar yang realistis, serta analisis kompetitor yang relevan. Hal ini penting agar proposal tidak hanya bersifat konseptual, tetapi benar-benar menunjukkan adanya kebutuhan dan peluang pasar yang nyata.

Di samping itu, penetapan target dan proyeksi usaha harus disusun secara realistis dan disesuaikan dengan kapasitas tim serta sumber daya yang tersedia. Target produksi maupun omzet perlu didukung perhitungan yang logis agar tidak terkesan berlebihan. Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga harus disusun secara rasional, relevan dengan kebutuhan usaha, dan selaras dengan rencana operasional. Terakhir, proposal wajib memuat strategi keberlanjutan usaha, yaitu rencana pengembangan bisnis setelah pendanaan berakhir, sehingga usaha yang dirancang tidak berhenti pada masa program, tetapi mampu terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Narasumber juga mengharapkan konsistensi antarbagian proposal yang merupakan salah satu indikator penting dalam proses seleksi.
Tingkatkan Kesiapan dan Kualitas Proposal
Melalui workshop ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perspektif reviewer serta kesalahan umum yang kerap terjadi dalam penyusunan proposal. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Diharapkan, melalui pembekalan ini, mahasiswa Universitas Bengkulu mampu menghasilkan proposal P2MW yang lebih matang, kompetitif, dan berpeluang besar memperoleh pendanaan nasional pada tahun 2026.
Universitas Bengkulu terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.



