Workshop Sinergi Pengelolaan PKM: UNIB Siapkan Strategi PKM 2026 untuk Cetak Tim Juara

workshop pengelolaan pkm 2026 01

Universitas Bengkulu (UNIB) melalui Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) menggelar Workshop Sinergi Pengelolaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 sebagai langkah serius memperkuat kualitas dan daya saing PKM mahasiswa di tingkat nasional hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Kegiatan ini dihadiri pimpinan universitas, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dari seluruh fakultas, dosen pendamping PKM, serta pengelola kemahasiswaan di lingkungan UNIB.

Pengelolaan PKM Harus Terstruktur dan Bersinergi

Kepala UPA PKK UNIB, M. Khairul Amri Rosa, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan membangun sinergi yang kuat antara universitas, fakultas, dan dosen pembimbing dalam mengelola PKM. Menurutnya, keberhasilan PKM tidak ditentukan oleh banyaknya proposal yang diajukan, tetapi oleh kualitas proposal dan kesiapan tim mahasiswa. Ia juga menyampaikan bahwa seleksi internal proposal PKM UNIB telah dibuka hingga 28 Februari, meskipun kuota nasional belum diumumkan.

workshop pengelolaan pkm 2026 02

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahya Dinata, S.P., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan workshop ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi kemahasiswaan UNIB. Rektor mendorong dosen, khususnya dosen muda, untuk aktif terlibat dalam pembinaan mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan dalam PKM jangan dianggap sebagai beban bagi dosen muda, tetapi merupakan kesempatan membangun rekam jejak akademik dan prestasi bersama mahasiswa. Rektor juga menekankan pentingnya pendampingan yang konsisten agar proposal PKM UNIB semakin kompetitif.

Belajar dari Praktik Sukses Nasional

workshop pengelolaan pkm 2026 03

Workshop Sinergi Pengelolaan PKM ini menghadirkan narasumber nasional, Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Universitas Hasanuddin, secara hybrid. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa PKM dan PIMNAS adalah ajang yang sangat kompetitif dan membutuhkan strategi matang sejak tahap awal. Ia menekankan bahwa mahasiswa PKM adalah fighter yang membawa nama institusi, sehingga perlu seleksi tim yang ketat, pendampingan intensif, penguatan mental, serta latihan presentasi berkelanjutan. Fokus pembinaan sebaiknya diarahkan pada pembentukan winning team, bukan sekadar mengejar kuantitas proposal.

Fokus Kualitas, Bukan Sekadar Jumlah

Diskusi berlangsung interaktif, membahas strategi menjaring mahasiswa potensial tanpa paksaan, pembentukan tim unggul di setiap fakultas, serta pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Narasumber juga mengingatkan bahwa banyak proposal gugur di tahap administrasi, sehingga kontrol internal menjadi hal krusial. Selain itu, mahasiswa dan dosen diingatkan untuk memilih skema PKM yang tepat, sesuai dengan karakter masalah dan kapasitas tim, termasuk membedakan secara jelas antara PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) dan PKM Penerapan IPTEK (PKM-PI).

Melalui workshop ini, Universitas Bengkulu menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem PKM yang lebih terarah, kolaboratif, dan berorientasi prestasi. Diharapkan, mahasiswa UNIB tidak hanya lolos pendanaan PKM, tetapi juga mampu tampil kompetitif dan berprestasi hingga PIMNAS 2026.

Scroll to Top